Waspada Super Flu, Puskesmas Ngawi Ingatkan Risiko Penularan Cepat H3N2
Pencegahan sejak dini menjadi kunci menghadapi super flu, mulai dari vaksinasi influenza hingga penerapan pola hidup bersih dan sehat. Hal tersebut disampaikan dalam talkshow NGOPI (Ngobrol Pintar) yang digelar bersama Puskesmas Ngawi pada Kamis (22/1/2026).
Dalam talkshow bertema “Waspada Super Flu, Mengenal Gejala dan Pencegahan H3N2 Subclade K”, perawat Ariska Widyastina dan sanitarian Artika Fristi Firmawati menjelaskan bahwa super flu bukan merupakan virus baru, melainkan istilah populer untuk flu musiman yang lebih agresif akibat virus influenza A (H3N2) subclade K.
Kasus super flu diketahui cukup banyak ditemukan pada perempuan dan kelompok usia dewasa. Secara global, peningkatan kasus dilaporkan sejak akhir 2025 hingga 2026, sementara di Jawa Timur tercatat sebanyak 18 kasus.
“Virus tersebut merupakan hasil mutasi influenza yang sudah ada, dengan tingkat penularan lebih cepat dan gejala yang bisa lebih berat atau berlangsung lebih lama,” kata Ariska.
Ia menambahkan, gejala yang sering muncul antara lain demam tinggi, nyeri otot dan sendi, batuk, pilek, sakit kepala, kelelahan ekstrem, serta gangguan pernapasan ringan. Penanganan dilakukan dengan istirahat cukup, memperbanyak cairan, konsumsi obat penurun demam dan pereda nyeri, serta pemberian antivirus sesuai resep dokter. Antibiotik tidak dianjurkan kecuali terdapat infeksi bakteri tambahan.
Masyarakat juga diimbau segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila demam tinggi tidak turun lebih dari tiga hari, muncul sesak napas, nyeri dada, penurunan kesadaran, atau kondisi semakin memburuk.
Sebagai upaya pencegahan, sanitarian Artika Fristi Firmawati menyampaikan bahwa Puskesmas Ngawi mendorong masyarakat untuk melakukan vaksinasi influenza tahunan yang dapat diberikan mulai usia enam bulan, menggunakan masker di tempat keramaian, rutin mencuci tangan, serta menerapkan pola hidup bersih dan sehat.
“Kelompok yang paling rentan terdampak super flu adalah anak usia 1–10 tahun, khususnya balita, serta lansia,” jelasnya.


