Cegah Cyberbullying, Diskominfo Tiksandi Ngawi Gelar Edukasi Keamanan Informasi di SMK Muhammadiyah 1 Ngawi
Perkembangan teknologi informasi dan media sosial membawa dampak besar bagi kehidupan remaja dan pelajar. Guna membentengi para siswa dari dampak negatif dunia maya, Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfo Tiksandi) Kabupaten Ngawi kembali menggelar Edukasi Keamanan Informasi yang bertempat di Aula SMK Muhammadiyah 1 (Mutu) Ngawi pada Kamis (13/8/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Etika Bermedia Sosial untuk Pencegahan Cyberbullying bagi Pelajar” ini diikuti secara antusias oleh ratusan siswa-siswi SMK Mutu Ngawi.
Rangkaian acara diawali dengan pembukaan resmi, dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala SMK Mutu Ngawi, M. Imam Syamsudin. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Diskominfo Tiksandi Ngawi atas kepeduliannya terhadap pembentukan karakter digital para siswa. Beliau berharap para pelajar dapat menyerap ilmu yang diberikan sehingga mampu menggunakan media sosial secara bijak dan beretika.

Sementara itu, memberikan sambutan mewakili Kepala Dinas Kominfo Tiksandi Ngawi, Kepala Bidang Persandian dan Keamanan Informasi, Wurianto Saksomo, menekankan pentingnya pemahaman etika bermedia sosial dan keamanan informasi di kalangan generasi muda. Menurutnya, batasan antara ruang pribadi dan ruang publik di media sosial kerap kali kabur, sehingga edukasi mengenai pencegahan perundungan siber (cyberbullying) menjadi sangat krusial demi menciptakan ekosistem digital yang sehat dan aman.
Setelah sesi pembukaan resmi ditutup dan dilanjutkan dengan sesi foto bersama antara seluruh pejabat, narasumber, serta peserta, kegiatan memasuki agenda utama yaitu pemaparan materi inti dan dialog interaktif.
Hadir sebagai narasumber, Aulia Andaryati, Psikolog Klinis dari RSI Attin Husada Ngawi. Dalam pemaparannya, Aulia mengupas tuntas mengenai dampak psikologis dari tindakan cyberbullying, baik bagi korban maupun pelaku. Beliau membagikan tips praktis bagi para pelajar untuk menyikapi komentar negatif, menjaga kesehatan mental di ruang digital, serta pentingnya menerapkan prinsip empati sebelum mengunggah sesuatu di media sosial.

Sesi dialog interaktif berlangsung hangat dan dinamis. Para siswa SMK Mutu Ngawi tampak aktif mengajukan berbagai pertanyaan terkait pengalaman bermedia sosial sehari-hari hingga cara bertindak jika menyaksikan atau mengalami perundungan siber.
Melalui kegiatan Edukasi Keamanan Informasi ini, Diskominfo Tiksandi Ngawi berharap dapat terus mencetak generasi muda Kabupaten Ngawi yang tidak hanya mahir secara teknologi, tetapi juga cerdas, beretika, dan memiliki ketahanan mental di era digital. (Persandian)


