Capaian Pembangunan Ngawi 2025: Kesejahteraan Masyarakat dan Ekonomi Lokal Meningkat

Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Ngawi memaparkan capaian pembangunan daerah tahun 2025 yang menunjukkan tren positif pada sejumlah indikator sosial dan ekonomi. Paparan tersebut disampaikan dalam forum Ngobrol Pintar (NgoPi) edisi Jumat (19/12/2025) sebagai bentuk transparansi data kepada publik dan dukungan terhadap perencanaan pembangunan daerah.

Statistisi Ahli Pertama BPS Kabupaten Ngawi Cristia Monika, menyampaikan persentase penduduk miskin di Kabupaten Ngawi pada 2025 tercatat sebesar 13,62 persen, menurun dibandingkan tahun sebelumnya. Selain itu, tingkat pengangguran juga menunjukkan penurunan dengan angka 2,26 persen.

“Data ini menunjukkan adanya perbaikan kondisi sosial ekonomi masyarakat Ngawi. Penurunan kemiskinan dan pengangguran menjadi indikator bahwa berbagai program pembangunan dan pemberdayaan ekonomi mulai memberikan dampak,” ujarnya.

Di sektor pertanian, produksi padi hingga September 2025 mengalami peningkatan dibandingkan periode yang sama tahun 2024. Statistisi Ahli Muda BPS Kabupaten Ngawi Arif Wibowo, menjelaskan produksi beras Ngawi diperkirakan mencapai 447 ribu ton pada 2025.

“Dengan kebutuhan konsumsi beras masyarakat Ngawi sekitar 70 hingga 80 ribu ton per tahun, Ngawi masih mencatat surplus lebih dari 300 ribu ton. Ini menunjukkan peran strategis Ngawi sebagai daerah penyangga pangan,” katanya.

Capaian pembangunan manusia juga terus membaik. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Ngawi tahun 2025 tercatat 74,43. Dimensi kesehatan ditunjukkan melalui usia harapan hidup yang mencapai 75,49 tahun, sementara sektor pendidikan mencatat harapan lama sekolah 12,90 tahun dan rata-rata lama sekolah 7,84 tahun.

Sektor pariwisata turut mencatat perkembangan positif. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel pada Oktober 2025 tercatat sebesar 15,68 persen, menjadi yang tertinggi sepanjang tahun 2025, seiring meningkatnya aktivitas perjalanan dan kunjungan.

Melalui kegiatan tersebut, BPS Kabupaten Ngawi juga mengajak masyarakat mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. “Sensus Ekonomi sangat penting untuk memotret seluruh aktivitas usaha, mulai dari mikro hingga besar, agar kebijakan ekonomi dapat disusun lebih tepat sasaran,” ujar Cristia.

BPS menegaskan bahwa seluruh data statistik dapat diakses secara gratis melalui laman resmi ngawikab.bps.go.id maupun Pelayanan Statistik Terpadu di Kantor BPS Kabupaten Ngawi, sebagai bagian dari komitmen pelayanan informasi publik.