March 2, 2024

Tingkatkan Keamanan Digital, Diskominfo Ngawi Asistensi dan Konsultasi Ke BSrE dan BSSN

Tindaklanjut implementasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (SRIKANDI) dan Sistem Pengelolaan Arsip Dan Tata Kelola Pemerintahan Berbasis Elektronik di lingkup Pemerintah Kabupaten Ngawi, Diskominfo SP Ngawi melalui Bidang Persandian dan Keamanan Informasi lakukan asistensi dan konsultasi ke Balai Sertifikasi Elektronik (BSrE) dan Badan Siber Dan Sandi Negara (BSSN) di Jakarta, Kamis – Jumat (23 – 24/02/23).

Selain penerapan SRIKANDI, diungkapkan Kadin Kominfo SP melalui Kabid Persandian dan Keamanan Informasi, Akhmad Sufandi, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tata cara penilaian Indeks Keamanan Informasi (KAMI) sebagai alat bantu assessment dan evaluasi tingkat kesiapan penerapan keamanan informasi berdasarkan kriteria SNI ISO/ IEC 27001 secara mandiri.

Sementara salah satu Tim Pemenuhan Teknis BSrE, Ardian Budi, mengatakan langkah yang diambil Pemkab Ngawi dalam menerapkan SRIKANDI sudah tepat, pasalnya aplikasi ini selain meminimalisir resiko keamanan, efisiensi penggunaan anggaran, ketika mengembangkan aplikasi sejenis.

Diungkapkan Ardian, aplikasi SRIKANDI adalah hasil kolaborasi dengan Arsip Nasional Indonesia (ANRI), Kemenpan RB, BSSN, KEMKOMINFO, “Yang sudah melewati serangkaian uji kelayakan dan keamanan sebelum digunakan,” jelasnya.

Ada lagi, dikatakan Ardian bahwa keunggulan aplikasi ini sudah terintegrasi dengan BSrE terkait sertifikat elektronik.

Sedangkan terkait penilaian Indeks Kemanan Informasi (KAMI), dijelaskan Sandiman Ahli Madya Direktorat Keamanan Siber dan Sandi Pemerintah Daerah, Firman Maulana bahwa ada sembilan (9) tingkatan kematangan dan pemberian nilai disetiap parameter harus berjenjang dan berdasarkan bukti dukung, “Sehingga nilai yang dihasilkan sesuai dan bisa dipertanggungjawabkan,” tandasnya.

Lanjut Firman, dari hasil ini nantinya akan diberikan ke Pemkab Ngawi terkait kondisi kesiapan kerangka kerja dan acuan pembangunan (Grand Desain) keamanan informasi.

Tak hanya itu, untuk menjaga keamanan informasi Firman menekankan harus mendapatkan perhatian khusus disetiap perangkat daerah “Dan, tidak hanya berpusat di Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian saja,” ujarnya.

Firman berharap dari sini ada kesadaran diri (self awareness) untuk keamanan informasi sekaligus menjadi langkah penting meminimalisir ancaman siber. (KB /Bid. Persandian)