March 2, 2024

Tuntaskan Penyakit DBD dan Chikungunya dengan Terapkan 3M

Penyakit demam berdarah dengue (DBD) dan chikungunya marak terjadi di negara beriklim tropis seperti di Indonesia.

Namun, orang Indonesia lebih familiar dengan sebutan DBD yang ternyata berbeda dari demam chikungunya, jika salah penanganan dampaknya bisa fatal.

Seperti yang dijelaskan oleh Pelaksana Program Promkes Puskesmas Kasreman Desiana Widinugrahaningtyas dalam program talkshow Ngopi pagi di Radio Suara Ngawi, kamis (25/1/24), perbedaan ini terletak dari gejala yang ditimbulkan.

“Meski sama-sama ditularkan melalui infeksi virus, chikungunya disebabkan nyamuk Aedes albopictus sementara DBD dari Aedes aegypti, memiliki gejala yang agak sulit dibedakan bahkan dari dulu dunia medis percaya ini merupakan penyakit yang sama”, katanya.

Untuk menghindari wabah penyakit ini, menurut Pelaksana Program DBD Puskesmas Kasreman Astaria Desy mengajak seluruh masyarakat untuk melakukan tindak pencegahan agar menurunkan risiko gigitan nyamuk melalui 3M.

“Dengan menguras tempat penampungan air, menutup rapat tempat penyimpanan air, dan mendaur ulang barang bekas yang bisa menampung air”, tuturnya. (IKP)