NgoPi: Skrining Dini Anemia Diperkuat, Puskesmas Kwadungan Edukasi Ibu dan Anak

Sebagai langkah nyata melindungi kesehatan ibu dan anak dari risiko anemia serta stunting, Puskesmas Kwadungan terus memperkuat edukasi dan deteksi dini melalui talkshow Ngobrol Pintar di Radio Suara Ngawi (RSN), Kamis (4/11/2025), bersama Bidan Wiyati dan petugas Promosi Kesehatan Saptarini, dengan fokus pada skrining anemia defisiensi besi (ADB).

Bidan Wiyati menjelaskan bahwa anemia merupakan kondisi ketika kadar hemoglobin berada di bawah normal sehingga tubuh kekurangan pasokan oksigen. Gejala yang sering muncul meliputi lemas, pucat, pusing, jantung berdebar, dan mudah lelah. Ia menegaskan bahwa ibu hamil dan anak-anak menjadi kelompok paling rentan mengalami anemia defisiensi besi.

β€œAnemia sering tidak disadari, padahal dampaknya sangat besar bagi kesehatan ibu dan tumbuh kembang anak,” ujarnya.

Menurutnya, anemia tidak hanya berdampak pada kesehatan ibu, tetapi juga berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak serta meningkatkan risiko stunting. Karena itu, deteksi dini menjadi langkah penting dalam upaya pencegahan.

β€œJika tidak ditangani sejak awal, anemia dapat mengganggu kualitas tumbuh kembang anak,” tambahnya.

Sementara itu, Saptarini memaparkan pemanfaatan skrining berbasis digital menggunakan kalkulator zat besi pada aplikasi e-Nutri untuk menilai risiko anemia pada ibu hamil, ibu menyusui, serta anak usia 6 bulan hingga 6 tahun. Proses skrining berlangsung sekitar tiga menit dan menjadi dasar penentuan edukasi gizi serta intervensi yang diberikan.

β€œMelalui e-Nutri, skrining dapat dilakukan lebih cepat, tepat, dan terarah,” jelasnya.

Selain skrining, masyarakat juga diedukasi mengenai penyebab anemia, mulai dari kurangnya asupan zat besi, kehilangan darah, hingga gangguan produksi sel darah merah. Upaya pencegahan juga ditekankan melalui konsumsi makanan tinggi zat besi seperti daging merah, hati, telur, kacang-kacangan, dan sayuran hijau.

β€œPola makan seimbang dan asupan zat besi yang cukup menjadi kunci utama pencegahan anemia,” imbuhnya.

Melalui kegiatan ini, Puskesmas Kwadungan mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan ibu dan anak sebagai upaya nyata menekan angka anemia serta mewujudkan generasi yang lebih sehat dan berkualitas.