Lawan TBC: Dari Kesadaran Dini hingga Dukungan Kolektif
Program Ngobrol Pintar kembali mengangkat isu kesehatan publik dengan membahas topik “Ngobrol Tuntas tentang TBC” pada Kamis (11/12/2025). Hadir sebagai narasumber dari Puskesmas Ngrambe dr. Bagus Novri F serta Programer TBC Alfina Nur S., yang menekankan pentingnya pemahaman masyarakat terhadap penyakit ini.
Dalam dialog tersebut, dr. Bagus mengingatkan bahwa TBC masih menjadi penyakit infeksi yang memerlukan penanganan serius. “TBC bukan penyakit yang tidak bisa disembuhkan. Dengan pengobatan yang tepat, pasien bisa pulih dan kembali beraktivitas normal,” ujarnya. Ia menegaskan perlunya deteksi dini dan kepatuhan terhadap pengobatan minimal enam bulan agar hasil terapi optimal.
Sementara itu, Alfina menjelaskan berbagai upaya penanggulangan TBC yang dijalankan Puskesmas Ngrambe, termasuk skrining aktif di masyarakat, pendampingan minum obat, serta pemantauan rutin bagi pasien terduga maupun terkonfirmasi. Ia menambahkan bahwa stigma terhadap penderita masih menjadi tantangan besar. “Kami mengajak masyarakat untuk tidak takut memeriksakan diri dan tidak memberikan stigma kepada pasien. Dukungan keluarga dan lingkungan sangat berpengaruh terhadap keberhasilan terapi,” jelasnya.
Melalui pembahasan ini, kedua narasumber menegaskan bahwa menghadapi TBC tidak cukup hanya dengan pengobatan medis, tetapi juga memerlukan kesadaran kolektif, kepedulian lingkungan, dan dukungan bersama agar penanggulangannya lebih efektif.


