Edukasi Kebencanaan Usia Dini Diperkuat, Sekolah Didorong Jadi Aman Bencana
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ngawi terus memperkuat edukasi kebencanaan sejak usia dini sebagai bagian dari upaya pencegahan dan pengurangan risiko bencana.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Ngawi, Istamar, dalam program OPD Menyapa, Selasa (20/1/2026), mengatakan edukasi kebencanaan sejak dini menjadi langkah penting dalam membangun kesiapsiagaan masyarakat. “Edukasi kebencanaan harus dimulai sejak usia dini agar anak-anak tidak panik dan tahu apa yang harus dilakukan saat terjadi bencana,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Ngawi memiliki tugas melakukan identifikasi daerah rawan bencana, penyusunan jalur evakuasi, serta pendidikan pengurangan risiko bencana. “Saat ini kami aktif datang ke sekolah-sekolah maupun menerima kunjungan anak-anak dari kelompok bermain hingga taman kanak-kanak,” katanya.

Menurutnya, sekolah yang ingin mengikuti edukasi kebencanaan cukup mengajukan surat permohonan kepada BPBD Ngawi. Dalam pelaksanaannya, BPBD menurunkan tim khusus dengan metode pembelajaran ramah anak. “Kami mengedukasi anak-anak dengan cara bernyanyi, bermain, dan simulasi langsung, termasuk simulasi evakuasi banjir,” jelasnya.
Selain anak usia dini, BPBD Ngawi juga membuka edukasi kebencanaan bagi pelajar SMP dan SMA. “Untuk jenjang SMP dan SMA, kami dorong agar sekolah menjadi Satuan Pendidikan Aman Bencana atau SPAB,” ujarnya.
Istamar juga menekankan peran guru dan orang tua dalam kesiapsiagaan bencana. “Guru dan orang tua memiliki peran penting untuk membiasakan anak-anak lebih waspada dan memahami cara bertindak saat menghadapi bencana,” pungkasnya.


