Gerakan Mandiri Pangan Keluarga Jadi Strategi Disperinak Ngawi Tingkatkan Ketahanan Pangan

Ketahanan pangan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan peran aktif masyarakat. Melalui Gerakan Mandiri Pangan Keluarga, Dinas Perikanan dan Peternakan (Disperinak) Kabupaten Ngawi mendorong setiap keluarga mampu memenuhi sebagian kebutuhan pangan secara mandiri melalui pemanfaatan sumber daya yang dimiliki. Hal tersebut disampaikan dalam Program OPD Menyapa yang disiarkan Radio Suara Ngawi, Selasa (2/6/2026).

Sekretaris Disperinak Ngawi Hastanina Harimurti mengatakan, Gerakan Mandiri Pangan Keluarga merupakan upaya mendorong masyarakat memanfaatkan pekarangan maupun lahan yang tersedia untuk menghasilkan bahan pangan bergizi bagi keluarga.

“Gerakan Mandiri Pangan Keluarga merupakan upaya mendorong masyarakat agar mampu memenuhi sebagian kebutuhan pangan secara mandiri melalui pemanfaatan sumber daya yang dimiliki,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Perikanan Handry Astuti menjelaskan bahwa budidaya ikan memiliki potensi besar dalam mendukung kemandirian pangan keluarga, termasuk melalui metode budidaya ikan dalam ember (budikdamber) yang dapat diterapkan pada lahan terbatas.

“Selain menjadi sumber protein hewani yang bergizi, hasil budidaya ikan juga dapat dimanfaatkan untuk menambah pendapatan keluarga apabila dikelola secara berkelanjutan,” katanya.

Di sektor peternakan, Kepala Bidang Peternakan Indah Alasta Dewi menyampaikan bahwa pemeliharaan ternak skala rumah tangga seperti ayam kampung, ayam petelur, maupun kambing dapat menjadi alternatif pemenuhan pangan sekaligus pemberdayaan ekonomi keluarga.

“Selain menghasilkan sumber pangan berupa daging dan telur, kegiatan peternakan rumah tangga juga dapat menjadi sarana pemberdayaan ekonomi keluarga,” jelasnya.

Melalui pendampingan, pelatihan, dan pembinaan yang intensif, Disperinak Ngawi berharap Gerakan Mandiri Pangan Keluarga mampu memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Ngawi.