Ngobras: Transformasi Nilai Pancasila, Generasi Muda Didorong Jadi Agen Perubahan
Penguatan nilai Pancasila dan kebangsaan dinilai penting sebagai bekal generasi muda dalam menghadapi perkembangan zaman. Hal tersebut menjadi tema dalam talkshow Ngobrol Santai (Ngobras) Radio Suara Ngawi bertajuk “Transformasi Nilai Pancasila dan Kebangsaan Menjadi Aksi Generasi Muda”, Senin (22/6/2026).
Program tersebut menghadirkan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Ngawi Wahyu Sri Kuncoro, Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ngawi Feligia Agit Hendiadi, Kepala SMK PGRI 1 Ngawi Farid Samsul Hadi, serta Ketua OSIS SMA Negeri 1 Ngawi Cakra Wira Kalingga sebagai narasumber.
Kepala Kesbangpol Ngawi, Wahyu Sri Kuncoro, menegaskan bahwa nilai Pancasila tidak cukup dipahami secara teoritis, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata di kehidupan sehari-hari. Ia menyebut generasi muda memiliki peran strategis sebagai penerus bangsa dalam menjaga persatuan di tengah tantangan global. “Nilai gotong royong, toleransi, persatuan, dan cinta tanah air harus diwujudkan dalam perilaku sehari-hari di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat,” ujarnya.
Menyoroti tantangan era digital, Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ngawi, Feligia Agit Hendiadi, menekankan pentingnya keteguhan nilai Pancasila di tengah derasnya arus informasi. “Generasi muda perlu memiliki filter nilai agar tidak mudah terpengaruh informasi yang dapat mengikis semangat persatuan dan kebangsaan,” ungkapnya.
Dari dunia pendidikan, Kepala SMK PGRI 1 Ngawi, Farid Samsul Hadi, menyampaikan bahwa sekolah memiliki peran penting dalam membentuk karakter peserta didik melalui pendidikan karakter dan berbagai kegiatan organisasi. Ia menjelaskan bahwa pembentukan sikap disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian sosial menjadi bagian penting dalam proses pendidikan saat ini.
Sementara itu, Ketua OSIS SMA Negeri 1 Ngawi, Cakra Wira Kalingga, menilai bahwa aktualisasi nilai kebangsaan menjadi fondasi penting bagi pelajar dalam menghadapi perkembangan zaman. “Generasi muda dapat menjadi teladan dengan menjaga kerukunan, menghargai perbedaan, serta memanfaatkan ruang digital untuk menyebarkan hal-hal positif dan memperkuat persatuan,” ujarnya.
Melalui diskusi tersebut, para narasumber sepakat bahwa nilai Pancasila harus terus dihidupkan dalam kehidupan sehari-hari. Di tengah perkembangan teknologi dan arus informasi yang semakin cepat, generasi muda diharapkan mampu memanfaatkan ruang aktualisasi yang ada untuk berperan aktif, menjaga persatuan, dan menghadirkan kontribusi positif bagi masyarakat.


