Perempuan Perlu Melek Digital, DP3AKB Ngawi Ingatkan Bahaya Kekerasan Siber

DP3AKB Kabupaten Ngawi terus mendorong penguatan literasi digital bagi perempuan sebagai langkah perlindungan dari berbagai ancaman di ruang digital, seperti hoaks, penipuan online, hingga kekerasan berbasis gender siber.

Hal tersebut disampaikan dalam program talkshow OPD Menyapa yang disiarkan Radio Suara Ngawi pada Selasa (26/5/2026) dengan tema “Memperkuat Perempuan di Era Digital dalam Perlindungan Literasi”.

Hadir sebagai narasumber, Analis Kebijakan Ahli Muda Mei Wulan yang membahas pentingnya literasi digital bagi perempuan di tengah perkembangan teknologi dan arus informasi yang semakin cepat.

Menurutnya, perempuan memiliki peran penting dalam keluarga maupun masyarakat sehingga perlu dibekali kemampuan literasi digital agar mampu memanfaatkan teknologi secara bijak, aman, dan produktif.

“Literasi digital tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menggunakan media sosial, tetapi juga memahami keamanan data pribadi, memilah informasi yang benar, serta menghindari berbagai bentuk kekerasan digital,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa perkembangan teknologi memberikan banyak manfaat, mulai dari akses informasi, pendidikan, hingga peluang ekonomi. Namun di sisi lain, perempuan juga rentan terhadap hoaks, penipuan digital, cyber bullying, hingga kekerasan berbasis gender online apabila tidak memiliki pemahaman digital yang baik.

Melalui talkshow tersebut, masyarakat diajak untuk lebih bijak dalam menggunakan media digital serta meningkatkan kesadaran pentingnya pendampingan keluarga, terutama kepada anak dan perempuan, dalam penggunaan internet dan media sosial.

Selain itu, DP3AKB Kabupaten Ngawi terus berupaya memperkuat pemberdayaan perempuan melalui edukasi dan sosialisasi literasi digital agar perempuan dapat menjadi pribadi yang mandiri, cerdas, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai positif dalam kehidupan bermasyarakat.